Aku dan Ibu Tuaku

Aku lihat ibu tua itu
ukir senyum sentiasa
entah riang entah walang
mengengsot hidup berseorang
hanya yang ku mampu
menadah indera menurut temponya..

Aku dengar ibu tua itu
bercerita panjang kisah lamanya
kisah cinta agung dia dan si pesona
aku tahu luar dalam hatinya penuh rindu
kerna sesekali ada wakaf menahan laku
hanya yang ku mampu
memasang cuping penuh setia..

Aku rasa ibu tua itu
getar suaranya ada sendu
tak termampu dia menanggung
namun dikaburinya dengan senandung
senandung hati tua yang sepi
membilang hari yang entah bila akan terhenti
hanya yang ku mampu
mengawal rasa agar tidak dia terasa..

Aku sentuh ibu tua itu
kasar kulitnya kedut seribu
namun seri tak pernah kelam
walau deritanya tak mungkin terkalam
menggagah hidup ribuan rindu dendam
hanya yang ku mampu
menyentuh lembut agar tak tersentuh hatinya..

Aku cium ibu tua itu
dibalas nyaman menyentuh hati
kukucup lagi kedua kali
bekalan buat penenang kalbu
hanya itu yang ku mampu
dan kuharap benar biarlah mampu
menjadi azimat rindu
buat ibu tuaku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s