Sepit

Aku tersepit
tersepit aku di tengah tengah
disepit antara kiri dan kanan
menyepit sendiri angkara salah kaki di langkahan..

Tersepit masih, belum pun lepas bebas
antara bebas dan lepas atau lepas dan nahas
jalan kaki pergi atau pergi kaki jalan
lepas tangan atau melepaskan tangan
menarik kata terlontar atau melontar kata menarik
air liur digumam atau hijau gelema yang ditelan, perit..

Tolong aku, aku dah serik
letih penat lelah peluh memercik
bukan peluh saja lagi tapi hampir semuanya
kering sudah tak tinggal pun aku apa apa..

Tolong aku, aku dah faham
tapi berat haram susah nak hadam
bimbang tercekik langsung sangkut di tenggorok masam
dan langsung nanti tersepit aku kembali
disepit balik angkara langkah kaki tadi
antara lepas bebas atau langsung nahas dan mati..

Ah! Putuskan semuanya pinta aku tak mati
sedapat detik pendek mudahan aku berhati
soal hati bukan untuk kita bentangkan
tiada premis hujah untuk kita menangkan
kusedar tak patut, tapi patut kulakukan
harapku kuat, takkan kelam detik berikutan…

p/s : Moga kita kuat, sekuat yang dipinta…

Advertisements

One thought on “Sepit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s