Tajam Menikam

Aku kena tikam lagi. Entah kenapa, kali ni aku rasa sakit yang amat. Sebab? Mungkin sebab aku akan masih lagi terpaksa menghadap malaun yang sekor ni hari demi hari. Mungkin sebab aku dah pernah diberitahu yang dia memang ada kecenderungan untuk membuat balik kuang dan menikam mana-mana inci belakang badan aku dengan laju, tapi aku yang memutus untuk tidak mengendah dan memilih untuk mempercayai. Atau mungkin sebab aku lebih suka kerja aku terlaksana tanpa masam muka yang dibuat-buat, atau cebik mulut yang sengaja dilebih-herotkan.

Dunia ini kejam – aku maklum. Parut-parut lama di belikat aku pun masih ada yang belum sembuh. Malah aku dah pernah pun rasa yang lebih dalam dan bisa dari yang satu ini. Yang menyentak pundak sampai tercabut sekerat nyawa pun ada. Semua tu hakikat, mana mungkin aku nafi. Tapi aku rasa kali ini aku kurang bersedia dalam siaga. Lain yang aku sangka bahaya, lain insan dari lain arah pula yang menerpa.

Ini semua memaksa aku terlontar, atau melontar diri sendiri ke alam paranoia. Sesak tapi kosong, lepas bebas tapi menyesakkan. Ucapkan aku ‘good luck’ supaya kental kaki aku tetap berdiri. Doakan aku ‘selamat berjaya’ moga mampu langkah aku laju berlari.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Layak ke mana-mana lagu untuk pengkhianat? Durhhh…

Advertisements

One thought on “Tajam Menikam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s