Wordless.

Aku tak tau nak cakap apa. Hati aku macam ikut terbakar sekali. Spontan hilang selera untuk aku usaikan kerja.

Sejak aku baru cukup umur, sampai dah terlebih umur – semuanya aku lalui di situ. Usia dan minda aku beralih dari putih pucat ke hijau dan jingga seperti kini, semuanya di situ. Status remaja aku luput di situ, dibontoti pula oleh beban dewasa aku; jua di situ.

Aku petik kata-kata aku sendiri dari katalog CIPTA, yang juga aku nukilkan ketika aku masih di situ

.. di sinilah kami diajar untuk merangkak, duduk, bertatih, berjalan, berlari hinggalah kami mampu terbang kini.”

Jadi harusnya jangan payah bertanya kenapa aku seduka ini. Harapnya tidak lama.

::::::::::::::::::::::::::::::

Di ketika kakiku melangkah daerahmu
hatiku masih di sana
akan kupujuk hatiku dan jiwaku ini
kerana citaku di sini..

Sabarleh dayung
otinku ngelayang
sabarleh
sonu okuk jobong..

Di dalam kumencari destinasi tak pasti
wajahmu silih berganti
akan kucoba membongkar misteri di kali
terasa jiwaku di sini..

Sabarleh dayung
otinku ngelayang
sabarleh
sonu okuk jobong..

Ku tahu engkau adalah miliknya
begitu juga aku
akan kutumpahkan seluruh keringatku
pahatkan jasa di tanahmu..

Sabarleh dayung
otinku ngelayang
sabarleh
sonu okuk jobong..

Di ketika kakiku melangkah kembali
hatiku masih di sini
akan kupujuk hatiku dan jiwaku ini
demi satu harapan yang pasti…
..credits to hasrul lizam ali.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s