Sembilan…

Ramadhan, tinggal kurang seminggu saja lagi. Alhamdulillah, ada kemajuan yang aku sendiri rasakan pada diri. Alhamdulillah juga, kemajuan itu aku rasakan mampu untuk aku kekalkan. Alhamdulillah.

Tapi tidak semua yang maju. Ada satu bab ini yang aku semakin mundur. Kalau fizikal, mungkin boleh aku meminta tolong. Haih..

Ramadhan.. datangnya dengan lagu. Seribu satu macam jenis lagu, dengan seribu satu macam jenis kata. Mundurnya aku adalah di situ. Bukan semua lagu dan kata itu mampu aku dayukan lagi. Benar, bertahun sudah. Tapi surutnya tetap juga belum, malah kadangkala makin menjadi rinduku. Apatah kali pada kala seperti ini, menjelang saat lebaran disambut. Persiapan, kewajipan, semuanya itu tak dapat lari dari mengingatkan aku pada ‘dia’.

Paling terkesan, dua perkara. Satunya, ketika melangsaikan fitrah. Aku belajar itu daripada ‘dia’, makanya lebih daripada haruslah jika aku tetap teringat akan dia. Tatkala amil menyalami, bagaikan terasa dia ada di sisi, tersenyum padaku. Ya, tugas itu kini di pundakku. Aku sambut secara terus dari bahunya. Tuhan saja yang tahu, betapa kalut aku mengawal diri tatkala menanti giliranku sampai, usai Jumaat semalam. Astaghfirullah. Bagaikan baru saja dia menerangkan segalanya kepadaku. Praktikalnya juga masih jelas bermain di kanta. Astaghfirullah…

Duanya? Lagu di bawah ini. Yang tidak lagi layak untuk aku dendangi.. kerana? Kerana kata yang ada di hujungnya, ternyata bukan untuk dinyanyikan oleh aku, dan insan insan sepertiku.

Yang paling aku gusarkan, kedua dua ini makin lama makin kuat rasanya di dada, sehingga tercalit pada perkara lain yang seumpamanya. Persiapan lain, lagu lain.. serba sedikit turut menanggung kesannya. Ya, mungkin cuma mainan perasaan. Makanya harus atau lebih kepada wajib untuk aku tugukan yang itu.

Semoga ‘dia’ aman bersama Dia. Amiin.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Bergema suara takbir di angkasa
selembut bayu meresap ke dalam jiwa
betapa hatimu terharu
menyambut anakmu kembali..

Terbayang senyuman di wajah nan sepi
pulangnya anakmu di pagi yang murni
kasihmu seharum kasturi
melambai anakmu kembali..

Dalam dakapan keheningan maya
pertemuan yang menyentuh di jiwa
sekian lamanya terpisah
harapan kini menjadi nyata..

Kiranya perpisahan terjadi lagi
anakmu pergi mencurahkan bakti
doamu teriring selalu
semoga bertemu kembali..

Pulanglah di hari raya
begitulah harapan ayahanda
..credits to aman shah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s