Destini.

 

 

 

 

Jika aku ini kembara, maka engkau adalah kenderanya.
Bukan sebagai tunggangan, malah menjadi pegangan.

Jika aku ini nafas, maka engkau adalah lafaznya.
Bukan yang menghambat semput, malah tempat berpaut.

Jika aku ini laut, maka engkau adalah pasang surutnya.
Bukan untuk melemaskan, malah untuk melengkapkan.

Jika aku ini angin, maka engkau adalah dinginnya.
Bukan membeku, malah mereda suhu.

Jika aku ini mata, maka engkau adalah kantanya.
Bukan sekadar gelemaca, malah pemudah baca.

Jika aku ini tidur, maka engkau adalah dengkurnya.
Bukan setakat mimpi, malah pelukis impi.

Jika aku ini pena, maka engkau adalah tintanya.
Bukan hanya menulis, malah menjalin puitis.

Jika aku ini arjuna, maka engkau adalah cintanya.
Bukan semata pengisi sepi, malah pelakar ambisi.

Jika aku ini hidup, maka engkaulah pembuka dan penutupnya.
Bukan cuma menghidupi, malah juga menghayati.

Jika hidup ini destini, maka engkau jualah gasolinnya.
Bukan saja membakar aspal, malah meletus memecut cekal.

Kulim. 26 Jun 2011. 0500hrs.

Advertisements

5 thoughts on “Destini.

  1. hehe..ok apa…xda anak lagi better manfaatkan masa berdua semaksimum yg mungkin..mood honeymoon lagi gitu 😉 eh, kem salam kat wife hg k ! ada rezeki boleh bersua muka suatu hari nanti..insyaallah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s