Buai Laju Laju

.

.

Buah cempedak di luar pagar,
ambil galah tolong jolokkan,
saya budak baru belajar,
kalau salah tolong tunjukkan.

.

.

Itu, pantun. Syarat pantun yang paling utama, pembayang dan pemaksud mestilah serima.

Ini, bukan pantun.

Cuma kerja buat jijik seorang pelacur bahasa, yang tak langsung malu, mengaku diri penulis iklan radio.

.

.

Buai laju laju,
sampai cucur atap,
gigi belum tumbuh,
dah pandai baca kitab.

.

Kalau menyalin semula pun kau gagal,

baik bersara saja dari profesional – dan tukar saja menjadi sebenar-benar sundal, lebih afdal.

Nah, ini hadiah buatmu. Kalau saja kamu bisa hadami.

.

.

Tuai padi antara masak
esoknya usah layu layuan
mengaji tinggi sampai ke puncak
kekoknya pepatah sayu sayuan.

Berakit rakit orang ke hulu
berenang renang kita ke tepian
bersakit sakit moyang nan dulu
bersenang lenang kita ketepikan.

Dua tiga itik berlari 
mana kan sama si kucing belang
dua dasawarsa adik mengaji
masa kan sama sumbingnya mengarang?

Genggam digenggam si bara api
biar melecur arang jadinya
geram dikemam lara di hati
tegar dilacur tiang umbinya.

Kalau dah tahu hujan tak jadi
mengapa masih turun ke bendang
kalau dah tahu tulisan tak seni
mengapa masih tak gerun berdendang?

Kalau kail panjang sejengkal
jangan lautan hendak diduga
kalau tartil telanjang dangkal
janganlah watan hendak dicuba.

Apa didulang jelatah karat
kalau tercalar kaki yang sakit
Apa dijulang pepatah Barat
kalau berkandar daki yang melekit?

Jangan disambung paip berkarat
bimbang tertali air yang bisa
jangan dilambung ratib si lahanat
bimbang termangli mengkafir bahasa.

Lidah seni lidah terkiat
lisannya dunia sangga ke hati
madah ini wadah keramat
azanlah ia hingga ke mati.

.

.

.

.

.

p/s : Jual diri lagikan tega, apa sangatlah lacurkan sendi bangsa kan? Manusia.. manusia…

Advertisements

3 thoughts on “Buai Laju Laju

    • Ang layan ja radio-radio UTAMA kat malaysia ni, mesti ang akan perasan ada satu iklan susu pakai pantun ni. Paling malang, kononnya si ibu tengah bacakan pantun ni untuk baby dalam perut. Kesian baby tu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s